Klarifikasi Terkait Penetapan Pemenang Kompetisi Photo Story Terfavorit

Pada tanggal 14 Desember 2020, Yayasan Tifa melakukan pengumuman pemenang-pemenang Kompetisi Photo Story yang diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-20 Yayasan Tifa. Salah satu yang paling ditunggu hasilnya adalah pengumuman pemenang kategory Photo Story terfavorit berdasarkan ‘likes’ yang diberikan oleh publik di Instagram. Pengumuman yang kami buat telah menimbulkan ketidakpuasan dari beberapa pihak. Melalui posting ini kami hendak memberikan penjelasan terkait penetapan pemenang kategori Photo Story terfavorit.

Yayasan Tifa mengadakan Kompetisi Photo Story dengan tujuan mengajak publik untuk bercerita melalui foto guna membangun kesadaran dan membagikan pengetahuan seluas mungkin mengenai isu-isu di Indonesia yang sejalan dengan empat nilai Tifa – keterbukaan, kesetaraan, kebinekaan, keadilan.

Berkaitan dengan hasil kompetisi ini, Yayasan Tifa menetapkan photo story dari akun @vembriwaluyas sebagai pemenang kategori Keadilan dan @arif_danun sebagai pemenang terfavorit. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

1. Akun @vembriwaluyas telah ditetapkan menjadi pemenang Kompetisi Photo Story dalam kategori Keadilan.

2. Supaya lebih banyak isu dan cerita yang dapat diangkat kepada publik dan agar satu peserta tidak memenangkan lebih dari satu kategori, maka akun @arif_danun yang meraih “likes” kedua terbanyak ditetapkan sebagai pemenang kategori Photo Story terfavorit.

Panitia penyelenggara kompetisi mengambil keputusan ini tanpa niatan mengecilkan isu dan cerita yang sudah diangkat oleh pihak manapun. Namun, keputusan tersebut yang awalnya ditujukan untuk mengangkat perspektif dan cerita yang lebih beragam, justru membuat pemilihan pemenang dilakukan secara tidak adil dan tidak transparan.

Yayasan Tifa sama sekali tidak bermaksud menghapus dukungan suara teman-teman terhadap cerita yang diangkat @vembriwaluyas melalui kompetisi photo story. Kami mengapresiasi semua dukungan terhadap photo story @vembriwaluyas, serta isu dan cerita tentang pengungsi Nduga yang Vembri angkat melalui photo story-nya. Yayasan Tifa sendiri memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil di Papua. Kami telah dan akan terus mendukung organisasi masyarakat sipil dalam mendorong proses perdamaian dan penegakan hak asasi manusia di Papua.

Panitia penyelenggara kompetisi mengakui ada proses pengambilan keputusan yang tergesa-gesa dan tanpa konsultasi yang cukup dengan semua pihak terkait. Dalam pelaksanaan kompetisi ini, panitia penyelenggara kompetisi mencoba mengambil posisi yang inklusif, namun kami tidak mengira jika ternyata posisi tersebut malah menyinggung pihak lain yang berpartisipasi dalam kompetisi photo story ini. Mengenai ketentuan yang tidak dikomunikasikan dari awal dan proses penentuan hasil kompetisi yang kurang sempurna, Yayasan Tifa mengucapkan permintaan maaf atas segala ketidak nyamanan yang ditimbulkan dan juga dampak lainnya yang tidak bisa kami prediksi sebelumnya.

Semua hal yang terjadi dalam kompetisi ini menjadi proses pembelajaran bagi Yayasan Tifa ke depannya, agar kami dapat menjadi lebih transparan serta akuntabel dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan partisipasi dan perhatian publik.

Terima kasih banyak atas partisipasi dan antusiasme semua pihak yang ikut merayakan keberadaan Tifa selama 20 tahun. Sekali lagi kami meminta maaf, kami sangat mengapresiasi pembelajaran ini agar menjadi pendorong bagi Yayasan Tifa untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya.